Labil – 1


Setelah sekian lama kerja, entah keñapa baru sekarang ngerasain kek cuma punya “atasan” _ ga pernah ngerasa sekalipun leleh simpati samanya yg dirasa cuma kek ngobrol sesama “orang” bahkan hal layaknya sebagai temenpun tak pernah rasanya…

tutur kata sikap perilaku nya pun menunjukkan malesnya disebut atasan, eh atasan iya just as a boss not a leader, apapun semua yang dia mau bener2 harus diturutin meskipun udah jelas2 ada peraturannya baik yang diatur resmi undang2 pemerintahan tetap aja masih usaha nyari celahnya,..

Beragam alasan utk mendukung banyak alibi buatannya yang tak sedikit memang demi kebutuhan pribadi meskipun banyak korban tapi tak dihiraukannya, gregetnya lagi dengan bangga mengumbar ulahnya itu ke orang lain tentu dengan uraian bahasa yang hanya menunjukkan seolah2 dia benar…

Entah,…

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s